Momen

ada momen yang tidak bisa saya lupakan sebagai Ayah muda. ketika berangkat kerja dan kau sudah duduk di beranda rumah sambil menatap tajam ke arah saya sampai motorku berangkat dan tetap matamu mengikuti arah motorku sampai hilang pandang di pertigaan.

sesaat memasuki rumah di setiap sore, kau duduk di ruang tengah dan memandangku dengan penuh tanya, mungkin kau ingin bertanya saya kerja apa sampai harus pulang menjelang maghrib. tatapanmu mulai melunak ketika kupeluk dirimu dan kucium pipimu.

setiap kali saya shalat di kamar, kau merangkak masuk dan tengkurang di depanku. menatap setiap gerakanku dalam seribu tanya. saya sedang apa? kau mulai menyunggingkan senyum ketika saya selesai salam dan melempar senyum kepadamu.

Boy, masih banyak momen yang membuatku bahagia menatap tingkah lucumu.

3 5 17

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s