Diri Sendiri

Sepupumu yang lebih muda sebulan usianya dari dirimu sudah bisa duduk sendiri sementara kau masih tetap merangkak namun Ayah tidak pernah merasa harus menyemangatimu untuk bisa duduk bahkan jalan karena sudah beberapa kali Ayah berjanji tidak akan membandingkan kau dengan orang lain. Ayah ingin kau tumbuh sebagaimana dirimu. Kalaupun toh memang belum waktunya untuk tumbuh ke tahap berikutnya maka tetaplah menikmati masamu sepanjang masih dalam batas normal.

Ayah mulai belajar untuk tidak menuntutmu apa-apa mulai dari hal terkecil jadi tidak perlu kau berkecil hati nak.

Saya tidak ingin mengulang masa yang Ayah lalui. Semua dinilai dari pandangan orang lain bahkan setiap hal diukur sebagai kompetisi. Pendidikan di sekolah formal sedikitnya telah meracuni akal sehat. Ayah dulu belajar hanya demi mengejar peringkat dan mengungguli teman-teman demi tujuan supaya dianggap pintar. Rasanya Ayah tidak pernah belajar supaya mengetahui apa yang tidak diketahui. Kita adalah produk tatanan yang tidak berjalan baik nak.

Maka dari itu, Ayah ingin melihatmu tumbuh seperti apa dirimu. Ketika sekolah, yang harus kau pikir adalah belajar tentang hal yang belum kau ketahui. Buang jauh-jauh atas tendensi menginginkan ranking. Ingat nak, sekolah bukan arena kompetisi.

Hidup yang dijalani atas dasar ingin mendapatkan pengakuan dari orang lain adalah hidup yang didak layak dijalani.

6 5 17

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s