Taman

Damar menghabiskan weekend di Taman Suropati bersama kedua orang tuanya. Dia menyenangi air mancur dan aneka ragam manusia yang memenuhi taman tersebut sambil bercengketama dengan keluarga.

Pagi itu, Damar menikmati pemandangan tiga bocah cilik yang sedang asik memainkan gelembung busa. Salah satu anak yang ikut nimbrung berambut pirang dan kulit putih. Damar menerka bahwa anak tersebut dari daratan Eropa.

Selang beberapa saat, salah seorang Ibu yang berjilbab besar mendatangi ketiga anak yang sedang bersenda gurau dengan balon dari busa. Ternyata dia adalah ibu dari salah satu anak yang sedang bermain balon, anak si ibu itu empunya balon busa. Alhasil ketiga akan beranjak pergi sedangkan anak bule masih ingin bermain busa balon, ibu dari si bocah pirang yang mengamati dari jauh beranjak ke arah anaknya dan mengambil mainan yang masih dipegang anaknya dan hendak diserahkan ke empunya.

Ibu dari anak yang punya mainan tersebut menolak dan dengan bahasa isyarat memberikan mainan tersebut ke anak bule. tidak ada yang istimewa sebenarnya namun tetap saja Damar merasa bahagia melihat pemandangan seperti itu. Ibu yang berjilbab besar bisa menunjukkan sikap yang sangat bersahabat terhadap turis.

Damar berpikir sebenarnya tidak ada yang aneh dengan pemandangan yang sedang tersaji di depannya namun isu global yang selama mendiskreditkan orang Islam membuatnya merasa bahagia melihat seorang Ibu yang berjilbab besar dan notabene mencirikan seorang muslimah, menunjukkan sikap islami terhadap turis yang mungkin saja sudah terkontaminasi dengan isu pendiskreditan Islam

10 5 17

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s