Kangen

Apa kabarmu nak? Sudah 4 hari ini kita tidak bertatap mata. Saya sedang di Yogyakarta dalam menunaikan tugas kantor.

Sahur di sini sepi nak. Makanan di antar pegawai hotel ke kamar kemudian makan sendiri. Saya merindukan sahur di rumah sambil melihat polahmu yang lucu. Saya kangen saat Saya sudah bangun, kau pun ikut bangun dan seakan niat ikut sahur karena paling sibuk merangkak kemana-mana.

Tetapi tenang saja nak. Sebentar malam Saya rencana pulang. Menemanimu bermain dan mencandaimu setiap kau baru bangun.

Sekarang kau sudah amat fasih membuka pintu kamar. Kau hapal jikalau pintu kamar ditutup, Saya sedang di dalam kamar entah itu hanya berbaring, membaca atau aktivitas apapun yang saya tidak ingin diganggu namun bagimu bodo amat, kau merangkak masuk kamar dan mendatanganiku sambil bergelayut manja.

Nak, Saya ingin berbagi tentang kota ini. Lebih tenang dari ibu kota yanh sedang kita diami. Saya terkadang berpikir alangkah bahagianya jikalau kita menetap di kota ini namun Saya buru-buru menepis pikiran semacam itu nak. Bukankah ketenangan hidup tidak terletak di lingkungan sekitar tetapi ketenangan itu bersumber dari hati. Ya hati dan pikiran nak. Belajarlah mengenali keduanya dan mengajak berdamai dengan hidup.

Yogya 9 6 17

Advertisements

Tumbuh

bulan Juni sudah seminggu berlalu namun belum satupun cerita yang kutinggalkan di lapakmu ini nak. entah karena alasan malas, tidak ada kisah menarik atau apalah. padahal saya sudah berjanji untuk bercerita kepadamu tentang apa saja bahkan untuk hal-hal yang kecil.

oh iya, beberapa hari terakhir, saya mengamati perkembanganmu  nak. kau sudah mulai mengerti ketika seseorang akan berpergian dan kau secara otomatis melambaikan tanganmu, da da. pun demikian ketika saya mendekatkan pipiku ke mukamu kemudian minta dicium, responmu langsung mengarahkan bibirmu ke pipiku. satu hal lagi, kau sudah bisa duduk sendiri meskipun masih terlihat malas-masalan.

hal di atas sudah begitu membahagiakanku nak. kau tumbuh sehat tanpa kurang satupun. kau bermain sepuasmu dan  menikmati harimu.

di Ramadhan kali ini, begitu berbahagia menyadari bahwa saya sudah punya kau di hidupku. berkah yang seringkali kuabaikan. di setiap sahur, kau selalu ikut terbangun sambil teriak-teriak menambah kesyahduan sahur. ada suara mungilmu yang membuatku semangat menjalani hari, suara yang suatu saat akan menjadi kenangan ketika kau sudah mulai tumbuh besar.

oh iya nak. rencana lebaran kali ini kita akan pulang ke kampungku. ini pertama kalinya kau menginjakkan kakimu di tanah kelahiranku. saya bahagia melihat hidupmu yang penuh keberagaman. kau lahir di kampung ibumu kemudian bertumbuh di ibu kota namun kau punya darah dari pulau seberang tempat kelahiranku. banyak cerita yang akan mengisi hidupmu dan semoga saja kenyataan ini membuatmu menjadi orang yang mampu mengerti orang lain yang berbeda denganmu.

3 6 17