Tentang Gigimu

Mei 2017

sejawatmu sudah tumbuh giginya. dia juga sudah kuat duduk dan beberapa hal yang mungkin belum kau bisa ataupun kau miliki, itu yang saya liat. namun apakah saya khawatir atas perkembanganmu lantas membandingkanmu dengannya?

tidak, sama sekali tidak nak. saya sudah berjanji untuk tidak membandingkan dirimu dengan orang lain. saya sudah pernah merasakan perlakuan seperti itu. kau akan tumbuh seperti adanya dirimu tanpa ada bayang-bayang orang lain, siapapun itu.

toh sampai saat ini, kau tumbuh sehat. tubuh segara, tawa yang selalu merekah dan gerak yang sangat aktif. saya sangat menikmati gerakanmu dan setiap polahmu yang menurutku lucu.

Juli 2017

beberapa paragrap di atas kutulis ketika di guzimu belum tubuh gigi namun menjelang mudik, kuperhatikan ada tanda-tanda akan tumbuh gigimu. benar saja, saat di kampung, saya memperhatikan bahwa gigimu sudah tumbuh.

kau pun mulai merangkak. 3 kali kau dipijit oleh oleh budhe di kampung. konon katanya supaya kakimu kuat dan cepat jalan. saat kembali ke sini, kau sudah merangkak dan tidak lagi ngesot.

Nak, banyak kekhawatiran khas orang tua yang kutepis dari pikiranku. mayoritas kekhawatiran tersebut karena sebagai orang tua, terlalu sering membandingkan pertumbuhan anaknya dengan yang lain sedangkan kita ketahui bahwa tiap anak tumbuh sesuai dengan kodratnya. tidak harus khawatir berlebihan selama masih normal dan tetap sehat.

Tulisan yang tak selesai. Juli 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s