Kota

Nak, terhitung tiga hari di kota ini, Saya merasa agak kepanasan. kepala meresponnya dengan memunculkan sakit yang tak terkira bahkan seharian, kepalaku seperti direbus. pening pala berbie Nak.

Saya sebenarnya ingin menceritakanmu pengalaman di bagian tenggara pulau kelahiranku, namun sampai pada hari ketiga, tidak ada satupun yang menarik untuk diceritakan, yang ada hanya suhu udara dengan panas di atas rata-rata. Saya berkeringat sepanjang hari meskipun sudah di dalam ruangan dan diperparah dengan kondisi kantor yang fungsi AC nya sudah tidak efektif.

Saya bahkan tidak kemana-mana Nak. terlalu banyak pikiran yang berkelindan di otakku membuat gerakku terbatas bahkan kedatanganku di sini tidak se-antusias setiap kali Saya akan keluar kota untuk urusan dinas.

Meski hanya pernah menginjakkan kaki di kota ini enam tahun silam dan itu pun hanya dua hari namun Saya tidak pernah merasa asing di kota ini. bahasa dan adat yang masih kental persamaannya dengan kota asalku meskipun sebenarnya tidak aneh karena mayoritas perantau di kota ini berasal dari perantau Bugis-Makassar.

untuk ukuran makanan, tidak berbeda jauh dengan masakan dari kampungku apatahlagi warung di sini didominasi oleh perantau dari Sul-Sel. Saya dengan mudahnya menemukan aneka jenis ikan dengan berbagai olahan, dibakar, digoreng dan dimasak pun ada.

Begitulah cerita untuk perjalanan kali ini ke tenggara. Saya belum mendapat cerita yang sedikit lebih serius karena jarang keluar berinteraksi selain pada fenomena anak Smp 1 di kota ini yang memenuhi Masjid saat shalat Zhuhur. ini lumayan menggembirakan melihat mereka mulai membiasakan diri berjamaah di Masjid.

oh iya, Saya menginap di hotel Zahra Syariah. hotel yang menurutku lumayan untuk ukuran kota dengan keramaian yang seperti di kota ini. Hotelnya bagus karena berusaha menerapkan aturan yang sesuai dengan syariah Islam. setiap kali ada pasangan lelaki dan perempuan yang hendak booking kamar, pasti akan ditanyakan kartu nikah. hotel ini menyediakan Al-Qur’an dan Sajadah di setiap kamarnya. tidak perlu ditanya masalah minuman yang mengandung alkohol, sudah pasti tidak tersedia di Hotel ini.

Apalagi ya Nak? atau besok lusa Saya lanjut lagi bercerita jika ada yang menurutku perlu kau dengarkan dariku.

Bercerita tentang kota, Saya selalu menyimpan keinginan dalam hatiku untuk mengajakmu plesiran ke setiap kota di negeri ini sekedar untuk berlibur dan melihat kebudayaan kota. dulu saat masih bocah, Saya selalu berpikir untuk melakukan hal seperti itu, mengunjungi semua kota di Negeri kita dan mengabadikannya dalam tulisan. keinganan Saya membawamu plesiran akan selalu Saya jaga dan mewujudkannya suatu saat nanti. ingatkan Saya nak kalau lupa akan janji ini.

Kendari, 18 10 17

Advertisements

Dinas

in order to carry out my job, I am gonna leave you again for a few days. in every single month, I always go around in different city for a week.

This morning, I woke up early than usually. Take a bath and then breakfast. You still in the bed and I embraced you and kissed your head. Packed anything what I need and pick the grab car.

You never know what I was doing or maybe you know but you couldn’t say it so that you just look at me without any expression.

Grabcar picked me in front of Indomaret. The road are fully of motor vehicle as usually in Monday. fortunatelly, there’s no traffic jam in toll highways even still crowded before entering the toll highways. I arrived in airport on time.

My son, now I’m in Kendari and going to take a rest after rush day. For a week, I cannot see you in morning while you wake up and cry if there is no milk. But its ok buddy, I wil see you soon next week.

Lets pray to me in running my job here and accomplish it on time.

15 10 17

Berjalan

Nak, sebulan terakhir, perkembanganmu sangat pesat. Semenjak diperbolehkan pulang oleh Dokter setelah diopname selama tiga hari akibat demam. kau sempat lemas dan malas untuk belajar jalan, namun tidak sampai seminggu, kau kembali aktif dan mengeksplorasi sekitarmu. Kau sudah bisa berjalan beberapa meter bahkan progresnya lebih baik dari sebelum kau sakit.

Mungkin sedikit terlambat untuk ukuran bocah sepertimu namun tidak jadi masalah, toh menurut kalkulasi ilmiahnya, pada umumnya anak bisa berjalan saat rentang umur 12-18 bulan. toh umurmu baru memasuki 14 bulan berarti masih terhitung wajar.

Sabtu kemarin, kita sekeluarga kembali menyambangi taman Suropati sekedar mengawali weekend. Hampir dua bulan lamanya kita tidak pernah ke taman ini dengan alasan macet jahannam di daerah Mampang. Di taman Suropati, kau mengeksplorasi kemampuan berjalanmu yang sudah lumayan. Beberapa meter kau jejaki tanpa terpeleset, itu artinya kau sudah mampu berjalan.

Perkembangan lain yang juga sangat membanggakan karena kau sudah bisa bermain bola tanpa harus dituntun. Kau berlari dan menendang bola kemudian mengejar lagi dan menendang kembali, begitu seterusnya sampai kau merasa letih dan meminta susu kemudian pulas dalam mimpi.

Nak, sampai pada saat ini, kau sudah berkembang pada tahap selanjutnya.

15 10 17

Passion

Nak, temukan kesenanganmu untuk menghabiskan perjalanan hidupmu. jangan pernah menjadikan uang sebagai orientasi hidup. hidup yang menyenangkan adalah hidup yang dijalani dengan hobi atau dalam istilahnya passion.

Seminggu yang lalu tepatnya di hari kamis, Saya punya stok cerita untukmu nak namun belum sempat kuceritakan. ini tentang pilihan hidup yang membuatku harus kembali menyegarkan apa yang seharusnya kujalani dalam hidup.

Sedikit agak klise Nak jika berbicara tentang hidup dan bagaimana menjalaninya dengan menekuni passion namun lain halnya jika orang yang menyampaikannya benar-benar dari hati. seperti yang dilontarkan salah seorang ustadz yang sering kujadikan patokan untuk menanyakan banyak hal jika menemui kesulitan.

Apa yang kau senangi dalam hidup?

Jika kau suka main game, pastikan kau bermain game dan di bayar.

jika suka mengajar, maka kau akan mengajar dan dibayar. Saya suka mengajar sehingga inilah yang Saya jalani dalam hidupku.

so, temukan dulu apa kesenanganmu dan pastikan kau menjalani kesenanganmu dan dibayar.

Seperti itu singkatnya pesannya kepadaku Nak. sebenarnya bukan hal yang baru kudengar darinya tentang hidup seperti itu karena beberapa waktu silam waktu kami masih intens berinteraksi di Makassar, Beliau sudah menekankan hal tersebut namun dasar Bapakmu ini nak, masih terlalu lemah atas prinsip dan kurang kuat untuk mewujudkan cita, akhirnya terdamparlah di suatu ruang yang sebenarnya tidak terlalu disenangi meski juga tidak terlalu buruk untukku.

Maksud Saya menceritakan hal ini tidak lebih untuk pelajaran bagimu Nak bahwa kelak jika waktu tiba, kau jalani saja apa yang kau senangi selama itu baik. tidak perlu berusaha untuk membuktikan kepada dunia siapa dirimu, cukup untuk menjalani hidup dengan serius menekuni kesenanganmu yang masih di koridor yang benar.

untuk sementara ini, Saya mengamati kau gandrung akan permainan Sepak bola. jika nantinya kelak kau benar-benar menyukai permainan tersebut, maka Saya akan memfasilitasimu untuk menekuninya.

Bukan, bukan karena Saya pernah bercita-cita menjadi seorang pemain sepak bola yang kemudian dimentahkan oleh bapak Saya suatu waktu di masa silam. bukan karena itu Nak dan melimpahkan hasratku kepadamu tetapi Saya hanya melihatmu menyukai bola dan kerap meminta dipandu untuk menendang bola.

itu oleh-oleh yang kubawakan kepadamu Nak kenapa kamis malam minggu lalu, Saya baru tiba di rumah setengah dua belas malam. Saya menemani seorang senior di Al-Markaz, mengunjungi kawannya di daerah Jatibening yang sudah lama tidak bersua.

Kami membunuh malam di  kedai roti bakar Jl. Kalimalang. berbagi cerita tentang hidup dan dinamikanya. Saya hanya menjadi pendengar dan mereka berdua yang berbagi kisah. Saya menimba dan Mereka menuangkan air.

10 10 17

Hari Pernikahan

Nak, sudah dua tahun Saya dan Ibumu berada dalam bahtera rumah tangga. waktu yang semestinya masih sangat singkat untuk dikenang karena setiap momen yang kulalui selama dua tahun terakhir masih terekam jelas di memoriku.

Tepat di dua tahun momen pernikahan ornag tuamu, kau memberi kami kado yang kurang mengenakkan. Kau demam dari kemarin siang yang membuat kami sedikit lupa atas momen hari ini. Demam yang tak kunjung stabil sampai Saya menyelesaikan cerita ini.

Pernikahan adalah bagaimana kita menjaga komitmen Nak. Seingatku sebelum menikah, Saya tidak terlalu sering mengkompromikan diri Saya dengan Ibumu bahkan Saya bebas untuk bersikap apapun tanpa harus mengerti apa yang Ibumu rasakan namun pernikahan menggiringku ke dalam ruang di mana pada setiap tindakan, Saya harus mengkompromikan dengan apa pandangan Ibumi meski sesekali masih kulanggar.

14107365892000504141
captionhttps://www.kompasiana.com/pakcah/memahami-cinta-pernikahan-dan-kebahagiaan_54f5d3eaa333111a1f8b46ad

Nak, sebenarnya terlalu dini menceritakanmu masalah pernikahan namun berhubung karena ini momen 2 tahun pernikahan Bapakmu jadi biarkanlah Saya terus mengoceh tentang nikah. Biarlah cerita ini kau simpan dan sesekali kau buka jika waktunya sudah tiba

3 10 17

Demam

Saya selalu merasa was-was tiap kali mendengar kabar bahwa suhu tubuhmu meningkat, pengalamanmu dua kali opname di RSUD Pasar Minggu karena demam tinggi sudah lumayan membuatku parno atas hal yang berbau rumah sakit. Saya selalu berharap semoga ketika kau atau bahkan siapa pun dari kita sakit, tidak harus dirawat di rumah sakit.

Kemarin siang, kau kembali demam sampai semalam, tidurmu tidak terlalu nyenyak akibat suhu badanmu yang tidak stabil. Saya, ibu dan Nenekmu bergantian mengolesi minyak kayu putih di sekujur tubuhmu sekedar untuk meringankan panas tubuhmu. nampaknya berhasil namun hanya beberapa saat setelah itu, suhu tubuhmu kembali meningkat. kau sudah minum empat kali obat penurun panas namun tak kunjung jua menjadi penawar.

hari ini demammu tidak kunjung turun sehingga Ibumu mengirimiku pesan untuk izin namun akhirnya Ibumu yang pulang menemanimu. Saya selalu merasa gagal menjadi seorang Ayah di saat seperti ini namun satu hal yang kuyakini bahwa kau pasti lebih butuh Ibumu di saat kau sedang sakit apatahlagi rencananya hari ini, Ibumu akan membawamu memeriksakan dirimu di rumah sakit JmC. Saya tahu betul bahwa Saya tidak pernah sabaran untuk urusan administrasi rumah sakit. Jika ada hal yang kurang menyenangkan, emosi Saya cepat meninggi dan itu tidak baik menurutku. Lebih baik Ibumu yang menemanimu. Dia sedikit lebih sabar daripada Saya.

Entahlah apa yang membuatmu begitu rentan terhadap demam.  Begitu mudahnya dirimu diserang penyakit demam atau mungkin pra kondisi yang membuatmu terlalu capai.

Dua hari yang lalu, Saya mengajakmu renang. Terlalu lama berendam di kolam renang mungkin menjadi salah satu penyebab kondisi tubuhmu menurun ditambah lagi pada malam hari, kau tidur pulas tepat di depan kipas angin yang berputar sampai pagi. Semoga saja kondisi badanmu ini hanya karena masuk angin. Oh iya minggu lalu kau diimunisasi MR. Menurut teori bahwa imunisasi tersebut bisa mengakibatkan demam pada anak dalam durasi waktu 7 hari setelah imunisasi.

Nak, Saya sering terharu sepanjang hal tersebut mengenai dirimu. Kau membuatku lebih menjadi sentimental untuk banyak hal. Memandangmu terkulai lemah membuat hatiku lirih. Kau perlu beribu kali lipat kekuatan nak untuk lebih tangguh di kehidupan ini apatahlagi di tengah ibu kota yang bising.

Nak, cepat sembuh. Cepat pulih dan bermain seperti sedia kala.

3 10 17

 

Swimming

Sudah sejak lama Saya ingin mengajakmu renang. Melihat dirimu yang senang berlama-lama dengan air ketika dimandikan membuatku berpikir bahwa kau nampaknya akan bahagia ketika diajak renang.

Semenjak itu, Saya mulai mencari kolam renang yang bisa diakses dari rumah kita, maksudnya Saya bahwa jaraknya tidak terlalu jauh. Namun ternyata amat sangat sulit menemukan kolam renang umum di sekitar tempat tinggal kita. Sabtu sore kemarin, Saya bersama ibumu pulang membeli ransum. Ketika arah pulang, Kami melewati tulisan sport center yang kelihatannya ada kolam renang. Saya membelokkan motor ke parkiran dan bertanya ke petugas tentang kolam renang dan ternyata ada untuk anak-anak. Saya berencana membawamu renang keesokan harinya.

Akhirnya Saya kesampaian membawamu renang. Awalnya Kau kelihatan sangat gugup dan grogi sesaat memasuki arena kolam renang. Namun perlahan ketika kuajak dirimu masuk kolam, kau menikmatinya bahkan tidak nampak lagi guratan takut di wajahmu.

Kau memuaskan tubuhmu di air dan memercikkan air ke mukamu. Bahkan nampaknya kau sudah tidak mau berhenti bermain air.

Mungkin untuk beberapa minggu ke depan, Saya akan rutin mengajakmu renang karena olahraga ini yang paling pantas bagi pertumbuhanmu. Meski harus merogoh kocek setiap kali renang, namun tak apalah demi kesenanganmu.

Nak, kau mau tahu sedikit cerita tentang perjalananku bisa renang?

Tidak seperti dirimu yang mulai mengenal renang dari kolam, kami anak sebaya di kampung belajar renang secara otodidak di sungai yang mengalir membelah kampung. Resikonya tentu amat sangat menakutkan karena kami bertarung dengan arus sungai yang sangat deras. Tidak ada yang menjaga kami karena anak seusiaku dulu percaya bahwa sungai adalah kawan kami.

Begitulah hidup Bapakmu nak yang dibentuk oleh alam di kampung. Saya sering berpikir bahwa tidak boleh ada kata mundur atas setiap kesulitan yang kuhadapi di kota karena alam Desa sudah memberikan Saya modal untuk menjejak kehidupan sejauh mungkin.

Nak, sama sekali tidak sedang ingin membandingkan hidupku dengan apa yang sedang kau jalani karena toh semua ada porsinya masing-masing.

Hidup adalah sebuah perjalanan waktu nak maka persiapkan banyak bekal dirimu untuk mengarungi hidup melalwan waktu.

2 10 17

Jalan

Rasanya baru kemarin Saya melihatmu hanya bisa merangkak namun sejak dua hari terakhir, kau sudah bisa melangkahkan kakimu meski masih sangat kaku dan berhati-hati.

Saya meyakini bahwa tidak lama lagi, kau akan mampu berjalan tegak kemudian berlari sehingga nenekmu akan semakin kewalahan menjagamu. Meski terhitung agak telat karena di umur yang sudah menginjak lima belas bulan, kau baru bisa melangkahkan kakimu tidak lebih dari lima langkah namun tak apalah nak, toh hal seperti itu hanyalah persoalan waktu yang akan kau menangi sepanjang kau tetap berusaha.

Ingat ini Nak, kau akan menjumpai banyak hal dalam hidup yang berhubungan dengan waktu. Hal yang hanya kau menangi ketika kau tidak letih berjuang mengalahkan dirimu dan waktu. Banyak hal nak bahkan mungkin setiap hal yang kau inginkan akan seperti itu sunnahtullahnya.

Pada perkembanganmu yang menggembirakan, ada beberapa kebiasaan kurang baik yang mengikuti perkembangan dirimu. Selalu menggigit dan memukul kepalamu ketika kau menginginkan sesuatu.

Hal pertama mungkin berhubungan pada beberapa gigimu yang akan tumbuh sehingga terasa gatal alhasil menggigit merupakan obatnya. Hal kedua yang membuatku tidak habis pikir. Dimana kau menemukan cara seperti itu ketika kau merengek. Kau sudah amat sangat banyak mengerti hal-hal dasar Nak. Hanya saja kebiasaan merengek tidak terlalu baik bagi perkembanganmu karena merupakan cikal bakal sifat manja.

Saya menginkan dirimu tumbuh menjadi seorang anak yang kuat, tidak manja atas pemberian orang lain dan selalu percaya akan diri sendiri.

2 10 17

Gatal

Entah apa yang menyebabkan seluruh tubuhmu gatal dan muncul benjolan merah.

Sesaat sebelum menulis ini, Saya sibuk mengolesi kaladin ke bagian tubuhmu yang gatal dan remasan daun Binahong. Harapannya supaya gatal di tubuhmu berkurang dan kau bisa pulas malam ini.

Saya mendapatimu sudah lelap dalam mimpi ketika pulang kerja dua jam yang lalu namun gatal yang tak terperikan membuatmu terjaga.

Menjadi orang tua membuatku berpikir tentang sebuah pengorbanan. Pada akhirnya apa yang dilakukan adalah demi anak semata.

Screenshot_2017-09-17-21-08-14-1

 

Saya terenyuh setiap kali menyadari bahwa Saya sudah berada di posisi orang tua yang harus menjadi teladan anak. Beberapa momen yang sudah kita lalui bersama selama setahun terakhir semakin menambah keyakinanku bahwa anak adalah surga bagi para orang tua.

Nak, Saya selalu meyakinkan diriku bahwa Saya tidak berharap apa-apa darimu dengan semua yang kulakukab untukmu bahkan cintaku sekalipun namun saja Saya hanya ingin menyaksikanmu tumbuh sebagai seorang anak yang setidaknya mengenai peranmu untuk apa Kau dihadirkan di dunia atau jika hal tersebut terlalu mengawang maka Saya hanya ingin melihatmu mencintai semua penghuni semesta.

26 9 17 22;16

Standing Up

Untuk pertama kalinya kulihat dirimu berdiri begitu lama. Menahan berat badanmu meski tak selangkah pun kakimu maju, namun demikian Saya sudah sangat bahagia melihat perkembanganmu untuk saat ini.

Seiring perjalanan waktu, kau semakin memperlihatkan kemajuan yang berarti. Banyak hal yang sudah kau lakukan.

Kau sudah mampu mengenali dirimu ketika ditanya siapa ini? Kau mengangkat tanganmu ketika ditanya mana tanganmu? Kau menunjuk pipimu ketika ditanya yang mana hidungmu? Kau pun menunjuk jidat ketika ditanya gigi mana? Meski dua pertanyaan terakhir keliru namun hal tersebut menandakan bahwa kau sudah mengerti diajak komunikasi.

Salah satu jurus andalanmu ketika permintaanmu tidak dipenuhi adalah memukul kepalamu bahkan membenturkan kepalamu ke tembok. Suatu kebiasaan yang menurutku tidak baik meski masih normal.

Kau akan murka ketika pagi hari kau tidak diajak ke jalan raya melihat mobil. Salah satu kesenanganmu memandangi lalu lalang mobil di jalanan yang terkadang memusingkan.

Untuk sementara ini, kau sangat menggandrungi permainan Sepakbola. Setiap kali melihat bola, kau akan berontak ketika tidak dituntun untuk menendang bola dan anehnya, tidak sedikit pun tergores keletihan di wajahmu ketika sudah bermain bola bahkan nenek dan ibumu sering kewalahan menuntunmu bermain bola.

Seperti itulah perkembanganmu sampai di umurmu yang sudah menginjak 15 bulan. Pada dasarnya anak-anak seumuran dirimu sepatutnya sudah bisa berjalan namun tidak apalah, toh perkembanganmu masih dalam tarap normal.

25 9 17