Kata Yang Terucap

Ada beberapa kata yang sudah bisa kau ucapkan meski hanya 2 atau 3 huruf pada belakang kata. Namun sudah lumayan membantu untuk berkomunikasi denganmu. setiap kali ada yang bercakap di sampingmu, kau akan mengikuti kata tersebut tetapi hanya beberapa huruf belakang.

beberapa hari ini, beberapa kata yang sudah jelas keluar dari mulutmu sudah bisa dimengerti misalnya saja ketika kau diajak bicara.

Mama kemana?

“Ejja.

Cari apa?

“Wanggg”

buat beli apa?

“Ucuuu”

beberapa percakapan lain pun terkadang membuatku tidak bisa menahan tawa mendengar setiap jawabannya yang sudah nyambung meski berjalan pun kau belum bisa.

Semalam saat kau akan disuntik oleh Suster, sambil menjerit kau berteriak dengan kata yang cukup jelas. Adduhh, adduhh, adduhh!!!

Suster berguman bahwa kau sudah mengerti saat diajak ngomong. Sayangnya momen tersebut luput dari pengamatanku karena Saya sedang pulang. Ibumu yang bercerita kepadaku. 

2 9 17

Advertisements

Tumbuh

bulan Juni sudah seminggu berlalu namun belum satupun cerita yang kutinggalkan di lapakmu ini nak. entah karena alasan malas, tidak ada kisah menarik atau apalah. padahal saya sudah berjanji untuk bercerita kepadamu tentang apa saja bahkan untuk hal-hal yang kecil.

oh iya, beberapa hari terakhir, saya mengamati perkembanganmu  nak. kau sudah mulai mengerti ketika seseorang akan berpergian dan kau secara otomatis melambaikan tanganmu, da da. pun demikian ketika saya mendekatkan pipiku ke mukamu kemudian minta dicium, responmu langsung mengarahkan bibirmu ke pipiku. satu hal lagi, kau sudah bisa duduk sendiri meskipun masih terlihat malas-masalan.

hal di atas sudah begitu membahagiakanku nak. kau tumbuh sehat tanpa kurang satupun. kau bermain sepuasmu dan  menikmati harimu.

di Ramadhan kali ini, begitu berbahagia menyadari bahwa saya sudah punya kau di hidupku. berkah yang seringkali kuabaikan. di setiap sahur, kau selalu ikut terbangun sambil teriak-teriak menambah kesyahduan sahur. ada suara mungilmu yang membuatku semangat menjalani hari, suara yang suatu saat akan menjadi kenangan ketika kau sudah mulai tumbuh besar.

oh iya nak. rencana lebaran kali ini kita akan pulang ke kampungku. ini pertama kalinya kau menginjakkan kakimu di tanah kelahiranku. saya bahagia melihat hidupmu yang penuh keberagaman. kau lahir di kampung ibumu kemudian bertumbuh di ibu kota namun kau punya darah dari pulau seberang tempat kelahiranku. banyak cerita yang akan mengisi hidupmu dan semoga saja kenyataan ini membuatmu menjadi orang yang mampu mengerti orang lain yang berbeda denganmu.

3 6 17

 

#6

Sesaat setelah membaca artikel ini,pikiranku berbalik arah dua bulan yang lalu ketika ibuku datang menjengukmu nak. Wajahnya letih tak punya kesibukan dan hanya bersemayam di rumah. sama sekali tidak ada gairah.

mungkin saya bisa dikatakan salah satu orang yang sudah tidak punya hobi sekarang. saya menyadari bahwa sepakbola adalah satu-satunya hobi yang pernah benar-benar kusenangi dan jika hal seperti ini terjadi maka kebosanan hidup lebih sering melanda.

untuk beberapa hari libur yang kulewati di kota ini, saya sangat kebingungan harus melakukan apa bahkan di beberapa kali kesempatan, saya berjalan tanpa tujuan kemudian kembali menjelang maghrib.

nak, hidup itu menyenangkan bagi orang-orang yang sudah menemukan semua yang menjadi hobinya. mereka menikmati hidup dengan sesuatu yang disenangi.

tetapi tidak elok pula menghukumi hidup yang sudah kita jalani nak. tidak bijak bila kemudian menyalahkan diri yang belum mampu menemukan semangat hidupnya. kita hanya perlu banyak bersyukur atas setiap langkah yang sudah kita jejak sambil mengevaluasi jejak yang keliru.

dan kau nak, seiring berjalannya waktu, kau akan melewati banyak fase yang akan memberimu pelajaran hidup dan tetaplah tegar untuk setiap hal yang akan kau lewati nak, syukur-syukur jika kau menikmati satu hal yang membuat semangat hidupmu tetap membuncah.

29 03 17

#5

Fokus. Salah Satu hal yang penting dalam menjalani hidup. Banyak hal yang terlewati atau bahkan gagal kucapai karena saya bermasalah pada kefokusan.

Nak, pada saatnya kau harus memilih sesuatu yang akan kau jalani. entah itu pilihan hidup atau apapun yang merupakan konsekuensi dari menjadi seorang manusia maka satu hal yang kusarankan, fokus nak. bersetia lah pada hal-hal baik yang sudah kau rencanakan, jangan seperti diriku yang mudah berubah konsentrasinya.

Saya pernah bermimpi menjadi seorang pemain sepakbola namun hanya gara-gara tidak ada dukungan dari orangtua membuat impianku melemah. saya pun pernah bercita-cita melanjutkan sekolah di luar Negeri namun sesuatu dan lain hal, saya kemudian tidak tekun dan gagal mencapai tujuan. saya pernah bermimpi setia di garis perlawanan dengan sistem sedang berjalan namun akhirnya harus tunduk dan, jika bisa dikatakan, terjerumus ke sistem itu sendiri.

apa yang membuatku gagal dalam banyak  hal nak? mungkin jika kurenungkan lebih dalam adalah kombinasi dari sikapku yang gagal fokus dan kurang bersetia pada hal yang sudah kurencakan dari awal.

itulah mengapa nak, saya ingin kau lebih fokus dalam hidup dan bersetia dari setiap pilihan-pilihan terbaik yang sudah kau rencakan. jangan terlalu mudah untuk berpindah konsentrasi ke hal lain selama pilihanmu belum terwujud.

untuk hal-hal yang kumaksud semisal pilihan sadar, mungkin akan kau temui nantinya jawabanmu sendiri seiring perjalanan hidupmu karena jawaban dari setiap pertanyaan hidup itu dicicil oleh perjalanan waktu. tidak ada yang terjawab tuntas sampai akhirnya kita berada di penghujung waktu.

dan, Itulah Hidup Nak

29 03 17

9 Bulan

Seharusnya kutulis tiga hari lalu tepatnya tanggal 24 maret namun kemalasan dan ide yang mentok membuatku tidak bisa menuliskan satu kata pun untuk keberadaanmu di dunia yang sudah menginjak sembilan bulan.

kau melewati perkembangan selayaknya bayi pada umumnya. meski sampai saat ini belum bisa duduk sendiri namun bisa dalam batas normal karena ketika dibantu untuk duduk, kau sudah bisa menahan keseimbanganmu. kau sudah sangat lincah memutar badan sehingga butuh penjagaan extra ketika di kasur. seringkali diakali dengan menaruh bantal di sekelilingmu.

kau juga sudah makan makanan tambahan selain ASI dan susu formula. secara regular, kau sudah makan bubur dan buah terutama alpukat. saya senang melihatmu sangat lahap ketika makan.

untuk pola tidurmu, entah kenapa setiap kali nenekmu bangun sekitar pukul 4 dinihari, kau pun serta merta ikut terbangun kemudian bermain sendiri dan terkadang menangis ketika tidak melihat nenekmu di sampingmu.

27 Maret 2017

Terlalu Lama tidak Bercerita

Waktu menampakkan dirinya seperti kilatan cahaya yang tak terkejar. Sesaat berada dalam satu ruang kemudian melesat jauh ke masa depan. Seperti baru kemarin berada di persimpangan tahun saat sahut-sahutan petasan memekakkan telinga yang ditembakkan ke langit namun dengan sekejap mata, awal bulan kedua sudah menghampiri. Waktu benar-benar tak menyisakan ruang bagi manusia yang tidak memanfaatkannya.

Begitulah adanya waktu nak. Terlalu cepat berlari sehingga terkadang kita terperangah atas semua perubahan yang dibawa olehnya. Seperti juga umurnya yang sudah memasuki tujuh bulan lebih seminggu. Kau sudah mulai sering mengoceh dan lebih aktif bergerak. masih segar dalam ingatanku sesaat sebelum kau akan menginjakkan langkah di bumi.

Salah satu cara untuk merawat ingatan atas setiap waktu yang terlewati adalah menuliskannya. Menjaga ingatan atas setiap tingkahmu yang semakin lucu maupun momen-momen yang sedang kita lalui bersama.

Oh iya nak, sejak dua minggu lalu sampai akhir bulan ini, Ibumu tidak menemanimu lima hari dalam seminggu. Kau hanya bertemu Ibumu pada sabtu dan minggu. Sebenarnya sebuah konsekuensi nak memilih bekerja kantoran apatahlagi di sebuah kota metropolitan bahwa waktu kita akan tergerus di jalanan dan di kantor sampai seringkali mereduksi kebersamaan dengan keluarga.

Salah satu alasan saya menuliskan momen yang dilewati adalah mengawetkan kenangan. Ada masa di mana kita perlu menengok ke belakang untuk belajar tentang apa yang akan dihadapi.

Kemungkinan saya dan Ibumu sering meninggalkanmu di rumah bersama nenekmu karena kerja kantor. Tetapi sungguh yang harus kau percayai nak bahwa dengan begitu, tidak sedikitpun mengurangi kasih kami kepadamu.

Biarlah waktu bergerak sesuai fitrahnya nak. Kita tidak perlu menyesali setiap serpihan masa lalu namun setidaknya untuk sampai saat ini, kita masih punya waktu untuk melakukan hal-hal baik. Apatahlagi saya nak, seharusnya sudah mulai lebih keras lagi untuk belajar menjadi seorang ayah yang baik setidaknya untuk dirimu. Saya ingin suatu waktu kau berkata di depan siapa saja bahwa kau bangga menjadi anakku dan semoga saja nak.

Tidak banyak yang kuharapkan darimu nak. Hanya ingin melihatmu tumbuh dalam keadaan sehat lahir batin, selebihnya untuk pilihan-pilihan yang tidak prinsipil, saya bebaskan dirimu untuk memilih.

1.2.17